MENU

Senin, 18 April 2016

TUGAS 7 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

Kasus Politik
 

Politik adalah perilaku dasar kehidupan manusia. Politik juga adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat berwujud proses pembuatan keputusan (decision making) khususnya dalam negara. Dengan demikian ilmu politik adalah cabang dari ilmu social yang berdampingan dengan cabang ilmu social lainnya seperti antropologi, sosiologi, ekonomi dan psikologi. Ilmu politik yang sama dengan ilmu social lainnya berobjekkan manusia sebagai kelompok masyarakat. Ilmu tersebut mempelajari tentang kerjasama manusia untuk mencapai sesuatu. 
Dalam kehidupan politik saat ini terdapat masalah hukum yang membuat perpolitikan Indonesia tidak stabil dan tumbuh tidak sehat. Masalah hukum itu dapat dijadikan bargaining politik bagi siapapun pelaku politik negeri ini. Budaya yang tidak sehat inilah yang membuat pertentangan politik di Indonesia semakin tidak berkualitas. Hal inilah yang membuat kontrapoduktif dalam bangsa ini. 
Budaya buruk politik ini selain tidak berkualitas juga dapat membuat bangsa ini hanya didominasi pertentangan tidak cerdas pada topik tidak berkualitas yang menutupi pikiran membangun bangsa. Masalah politik di Indonesia erat hubungannya dengan masalah-masalah penegakan supremasi hukum yang lemah karena feodalisme lembaga-lembaga hukum terhadap pemegang kekuasaan. Hal ini juga dipicu oleh masalah ekonomi partai maupun kepentingan golongan.

CONTOH KASUS POLITIK DI INDONESIA
  • kasus Komisi II DPR Minta Bawaslu dan MK Pantau Kasus Politik Uang

Liputan6.com, Jakarta - Hari-hari ini sengketa pilkada sedang disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK). Ratusan kasus dugaan pelanggaran pilkada diajukan ke MK yang umumnya sengketa tentang hasil pilkada. Hal ini rupanya tidak luput dari perhatian Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy.
Menurut dia, sudah tidak zamannya lagi MK hanya melihat angka-angka dalam memutuskan perkara, tapi lebih melihat substansi persoalan pilkada yang lebih mendalam. Utamanya terkait soal praktik money politic atau politik uang dalam pilkada.
"Mahkamah Konstitusi, Bawaslu, dan KPU harus berani mengambil sikap tegas terhadap kasus money politic ini. Jangan semata-mata melihat besar kecilnya jumlah money politic, tetapi lebih pada pemahaman itu pelanggaran berat pemilu. Karena yang tampak di permukaan atau di persidangan hanyalah puncak gunung es dari praktik di lapangan," ujar Lukman di Jakarta, Minggu (17/1/2016).
Soal kasus mana saja, ia menegaskan jangan lihat di mana dan siapa pelakunya dan hukum harus ditegakkan di mana saja. Meskipun ia sempat mendengar adanya kasus politik uang di beberapa daerah, seperti Riau, Wonosobo, dan Bengkulu.
"Yakinlah keberanian memutuskan persoalan ini menjadi penting untuk memberikan efek jera dan menjadi pelajaran bagi perbaikan kualitas demokrasi kita di masa datang. Apalagi kita sekarang sedang bersiap untuk melakukan perubahan kembali terhadap UU Pilkada bulan depan ini," ujar Lukman.
Ia menambahkan, di dalam UU Pilkada sekarang, mekanisme melalui MK dan PTUN adalah sementara, sampai Bawaslu siap menjadi lembaga yang diberi kewenangan luas untuk menangani peradilan pemilu.
"Kalau Bawaslu di pilkada ini tidak bisa membuktikan kualitas dan keberanian untuk menindak pelanggaran pilkada, bagaimana bisa berharap kepala Bawaslu," tegas Lukman.
"DKPP sudah bagus mengawal etika penyelenggaraan pemilu sehingga sudah banyak penyelenggara yang diberi sanksi. Seharusnya Bawaslu lebih 'galak' daripada DKPP, karena memang punya kewenangan lebih luas,"‎ pungkas Lukman.


Kesimpulan:
            Money politic (politik uang) diartikan sebagai semua tindakan yang disengaja oleh seseorang atau kelompok dengan memberi atau menjanjikan uang atau materi lainnya kepada seseorang supaya menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon tertentu atau dengan sengaja menerima atau memberi dana kampanye dari atau kepada pihak-pihak tertentu. Masyarakat di Indonesia kebanyakan masih mentolerir adanya politik. Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya tingkat pendapatan dan  pendidikan. Dampak dari terjadinya politik uang antara lain terjadinya korupsi, lunturnya nilai-nilai demokrasi, perpecahan dalam masyarakat, dan krisis kepercayaan masyarakat kepada wakil-wakil rakyat. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan menghentikan  politik uang yang merebak di Indonesia antara lain dengan mengadakan sosialisasi mengenai memilih yang bijak dan sosialisasi mengenai bagaimana menyikapi money politic.
Selain melalui sosialisasi, peran Pendidikan Kewarganegaraan juga sangatlah penting. Perlu juga untuk menanamkan nilai-nilai keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sejak dini. Upaya lain yang dapat dilakukan oleh Pemerintah kita adalah dengan memberikan hukuman yang tegas bagi oknum-oknum yang menyuap dan koruptor. Dalam urusan politik perlu adanya transparansi. Dan diperlukan dukungan dari semua pihak demi berhasilnya upaya-upaya tersebut

Sumber:
http://news.liputan6.com/read/2414303/komisi-ii-dpr-minta-bawaslu-dan-mk-pantau-kasus-politik-uang
http://dandysuprobo21.blogspot.co.id/2016/04/vikasus-politik-tugas-gunadarma.html
https://www.scribd.com/doc/207212895/MAKALAH-ISBD-POLITIK-UANG-DI-INDONESIA
https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=633&tbm=isch&sa=1&btnG=Search&q=kasus+politik+#imgrc=ThEA0q915sUGcM%3A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar